Slide
previous arrow
next arrow
Shadow

October 13, 2026

Artikel

RADIATION PROTECTION and SAFETY By-Nathan David P. Concepcion, MD, FPCR, FPSPR

Pemahaman Dasar Radiasi: Radiasi terdiri dari radiasi pengion (ionizing) dan non-pengion (non-ionizing). Dalam kehidupan sehari-hari, sebagian besar paparan (85%) berasal dari radiasi alam, sementara 15% sisanya berasal dari prosedur radiologis medis. Karena radiasi pengion bersifat alami dan permanen di lingkungan, risikonya hanya bisa dibatasi, bukan dihilangkan sama sekali. Sumber Radiasi di Lingkungan Medis: Di rumah sakit, sumber radiasi pengion meliputi mesin X-ray diagnostik, CT Scan, Laboratorium Kateterisasi (CathLab), mesin mamografi (Pusat Payudara), peralatan Kedokteran Nuklir & PET-CT, serta alat Onkologi Radiasi. Jenis Paparan Radiasi: Paparan terbagi menjadi tiga jenis utama, yaitu paparan kerja (dialami pekerja medis), paparan medis (dialami pasien untuk diagnosis/perawatan), dan paparan publik (anggota masyarakat lainnya). Tujuan Perlindungan Radiasi: Perlindungan ini penting untuk mencegah dampak deterministik yang berbahaya (seperti luka bakar radiasi) dan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya efek stokastik (seperti kanker). Prinsip Dasar Perlindungan: Berpedoman pada prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achievable), perlindungan harus dioptimalkan dengan tiga cara utama: Waktu (Time): Meminimalkan waktu yang dihabiskan di dekat sumber radiasi. Jarak (Distance): Memperbesar jarak dari sumber radiasi. Pelindung (Shielding): Berada di balik pelindung saat berhadapan dengan sumber radiasi. Penerapan Standar Keselamatan: Fasilitas medis harus dilengkapi dengan lampu peringatan, papan tanda bahaya radiasi, dan pelindung struktural pada ruangan. Pekerja radiasi diwajibkan menggunakan pelindung diri, dipantau menggunakan dosimeter personal yang dievaluasi setiap dua bulan, serta dilakukan survei radiasi tahunan pada area kerja. Protokol Khusus: Ibu Hamil: Pasien atau pekerja yang kemungkinan hamil harus melapor agar pemeriksaan dapat dilakukan dengan pelindung dan pancaran radiasi yang dibatasi secara hati-hati. Pasien Anak (Pediatrik): Harus menggunakan protokol khusus anak (bukan pengaturan dewasa), waktu paparan singkat, ukuran focal spot kecil, membatasi pancaran sinar dengan kolimasi, serta menggunakan imobilisasi untuk menghindari pengulangan prosedur.

Artikel

Risk Management in Radiology -By Dr. Albelardo

Manajemen Risiko Adalah Budaya, Bukan Sekadar Prosedur Materi ini menegaskan bahwa risiko dalam pelayanan radiologi tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi bisa dan wajib dikelola. Insiden di radiologi bukanlah takdir, melainkan kegagalan sistem yang dapat dicegah. 1. Patient Safety adalah Prioritas Utama dan Tanggung Jawab Bersama Tujuan akhir dari manajemen risiko bukanlah melindungi alat atau institusi, melainkan melindungi pasien, staf, dan kualitas pelayanan itu sendiri. Prinsipnya jelas: PATIENT FIRST. Always. 2. Setiap Insiden Dapat Dicegah dengan Siklus Manajemen Risiko Manajemen risiko bukanlah kegiatan sekali jadi, melainkan sebuah siklus berkelanjutan (Risk Assessment Cycle): IDENTIFY (Temukan potensi bahaya) -> ANALYZE (Pahami penyebab & dampak) -> CONTROL (Lakukan tindakan eliminasi/mitigasi) -> MONITOR (Pastikan kontrol efektif) -> IMPROVE (Belajar dari pengalaman untuk perbaikan terus-menerus). 3. 7 Insiden Umum yang Wajib Diwaspadai Sebagian besar insiden radiologi berulang pada pola yang sama: Salah Pasien, Salah Sisi, Pasien Jatuh, Reaksi Kontras, Insiden MRI (benda feromagnetik), Paparan Berulang, dan Kegagalan Alat. Kuncinya adalah RECOGNIZE. REPORT. PREVENT. – Kenali, Laporkan, Cegah. Kesimpulan akhirnya adalah perubahan mindset: ASSESS TODAY. SAFE TOMORROW. Manajemen risiko yang efektif menuntut kita untuk bersikap Proaktif, bukan Reaktif. Bekerja Bersama, Berpikir Selamat di Setiap Langkah, dan Berusaha Lebih Baik Setiap Hari. Ketika budaya keselamatan sudah tertanam, maka kita tidak hanya menciptakan pelayanan yang lebih aman dan outcome yang lebih baik, tetapi juga membangun sebuah budaya keunggulan (culture of excellence). Safety is everyone’s responsibility.

Artikel

INTRICACIES OF PEDIATRIC MEDICAL IMAGING by Bernard F. Laya, MD, DO, MHM

Kemajuan radiologi pada anak adalah sebuah kebutuhan dan keniscayaan Telah dipaparkan berbagai modalitas dan aplikasi pencitraan. Penyakit, manifestasi pencitraan, serta tatalaksana medis pada anak pada umumnya berbeda dibandingkan dengan orang dewasa. Radiologi Pediatrik adalah bidang yang terspesialisasi, yang meliputi: Teknik radiologi yang terspesialisasi Interpretasi patologi yang berorientasi klinis Keahlian dan kemahiran Pelatihan sangat penting untuk memberikan perawatan yang optimal.

Artikel

FROM PIXELS TO PREDICTIONS: How AI is Rewriting The Story of Radiography” oleh Dr. Maricar P. Reyes

Berdasarkan materi “FROM PIXELS TO PREDICTIONS: How AI is Rewriting The Story of Radiography” oleh Dr. Maricar P. Reyes, ini konklusinya: KONKLUSI UTAMA Perjalanan radiografi telah berevolusi dari Darkroom ke Digital, dan kini ke era AI. Kecerdasan Buatan (AI), khususnya Deep Learning dan CNN, bukan datang untuk menggantikan Radiografer, melainkan untuk meng-augmentasi keahlian kita. AI lahir karena 3 hal bertemu: kekuatan komputasi, ketersediaan data besar, dan kebutuhan klinis akan kecepatan & akurasi. Fungsinya di radiologi sudah nyata: untuk triase kasus emergensi, deteksi lesi, segmentasi organ otomatis, menurunkan dosis radiasi, meningkatkan kualitas gambar, dan mengoptimalkan alur kerja. Namun, ada hukum emas yang tidak bisa dilanggar: Garbage In = Garbage Out. AI hanya akan sebagus kualitas gambar yang KITA buat. Gambar yang buruk, artefak, atau positioning yang salah akan menghasilkan prediksi AI yang salah (false positive / false negative) dan bias. Di sinilah peran strategis Radiografer berubah dan justru semakin vital: Dari operator menjadi Validator AI. Radiografer adalah garda terdepan yang memvalidasi performa AI di dunia nyata – mendeteksi overcalls, misses, bias, dan gap alur kerja. Tanpa validasi dari Radiografer, implementasi AI tidak akan aman. Masa depan bukanlah AI vs Manusia, melainkan Human + AI = Better Care. Sebuah kolaborasi hibrida untuk pelayanan pasien yang lebih aman, lebih cepat, dan lebih presisi. 3 Pesan Penting Untuk Dibawa Pulang: AI hanya sebagus gambar yang KAMU buat. Kualitas teknik radiografi tetap menjadi fondasi utama. AI mendukung, tapi tidak pernah menggantikan, penilaian profesional dan koneksi kemanusiaan seorang Radiografer. Radiografer yang merangkul AI akan memimpin era baru radiologi. Mereka yang menolak akan tertinggal. You are the future of AI-enabled radiology.

Berita

RECAP SEMINAR INTERNASIONAL RADIOGRAFER 2026

Satu hari penuh dengan ilmu, insight, dan pengalaman berharga dalam dunia radiologi dan teknologi radiografi. 🩻✨ Mengusung tema “Imaging Excellence: Core Competencies and Future Frontiers in Radiologic Technology”, seminar ini menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, berdiskusi, serta memperluas wawasan mengenai perkembangan dan masa depan teknologi radiologi. Thank you to all speakers, participants, committees, and everyone who made this event possible. 🤝 Keep learning, keep growing, and keep advancing radiologic technology! 🚀🩻

Berita

Praktik Kerja Lapangan (PKL) II Mahasiswa Teknologi Radiologi Pencitraan ATRODAS

Mahasiswa Teknologi Radiologi Pencitraan ATRODAS mengikuti Seminar Kasus dan Penutupan Praktik Kerja Lapangan (PKL) II di RSUD Bayu Asih. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses belajar mahasiswa melalui pengalaman langsung di lingkungan pelayanan kesehatan, sekaligus menjadi penutup perjalanan PKL II. Terima kasih kepada RSUD Bayu Asih atas kesempatan, pengalaman, dan kolaborasi yang telah diberikan. 🤝

Scroll to Top